Gambar
 Moving post dari Quora. Hai semuanya,saya Eky dan jika anda mengenal saya dari Quora maka itu benar sekali, saya memang penulis yang biasa anda temui disana. Mengingat sekarang Quora sudah berbeda dan (jujur saja) tidak ada manfaat monetasi dari mereka (sebenarnya ada tapi sangat amat kecil) sehingga saya memutuskan untuk memindahkan beberapa jawaban dari Quora ke blog ini, memang saya tidak terlalu berharap AdSense cuma setidaknya disini jawaban saya lebih aman dan bisa dibaca semua orang. Akan ada banyak jawaban yang saya ambil dari laman Quora pribadi dan perlahan semua akan saya rapikan sesuai topik dan temanya, untuk sekarang saya mohon maaf jika penampilan blog ini berantakan, semua sedang dalam progress pembetulan dan perlahan saya rapikan agar lebih enak dilihat. Terimakasih kawan Quora semua yang sudah mendukung blog ini, dan untuk mereka yang baru baca saya ucapkan selamat datang disini.

Review singkat Suzuki Baleno 1997

 

Iseng review dagangan lama ah.

Kali ini saya akan membahas tentang Suzuki Baleno tahun 1997, unit ini saya dapat pada tahun 2016 bulan Maret dengan kondisi lumayan bagus, seingat saya waktu itu dapat dengan harga 40 juta posisi pajak mati setahun.

Dari eksterior Suzuki Baleno ini sedikit lebih kecil daripada Honda Genio atau Ferio dimana desain Baleno lebih "mengkotak" dan tidak terlalu streamlined seperti mid 90's Honda sedan, tapi lumayan manis mengingat lekuk bodinya serasi dengan ukuran, desain lampunya mengingatkan kepada Toyota Great Corolla dimana bentuknya kotak memanjang disertai side marker di fender.

Lampu belakangnya kotak lebar, agak anomali untuk Japanese 90's Sedan yang biasanya panjang melebar seperti Genio/Ferio/ Great Corolla, saya pribadi merasa ada campur tangan desain Eropa dalam si Baleno ini di sisi lampu belakang dimana rasanya ada kesan BMW terutama E36 dengan lampu kotak lebar.
Mungkin akan lebih manis lagi kalau ada tambahan ducktail di bagasi belakang.

Velg bawaan mobil ini berukuran R14 yang dibalut ban 175/60 R14, agak lebih tipis daripada standarnya yaitu 180/60 R14.

Liang fender agak kecil, saya rasa jika dipasang velg diatas R16 resiko gasruk saat penumpang penuh besar, entah kalau diroll ulang.

Mobil ngga diceperin, jadi masih nyaman dibuat harian dan agak lebih tinggi daripada keluarga Honda Civic yang standarnya saja ceper, masuk jalanan rumah yang ada poldur tinggi ngga gasruk.

Overall eksterior 80/100, masih standar dan tidak "kejamet" seperti sedan Jepang 90an lain dimana kebanyakan interior sudah kaya pelangi dan bodinya berwarna aneh.

Sekarang masuk ke Interior, joknya berbahan beludru seperti Honda Civic, cuma kualitasnya masih jauh menang Civic buat saya (ngga ada yang mengalahkan nikmatnya jok Honda Civic LX/Genio standar) dimana saya rasakan bahan jok dan doortrim Baleno masih agak kasar, ya mungkin karena usia juga ya? Mengingat usia si Bahenol yang hampir 20 tahun disaat saya gunakan.

Cuma masih enak, ngga murahan bahannya dan masih nyaman, posisi berkendara untuk saya dengan spesifikasi 179cm/88Kg masih lumayan enak meski legroomnya agak kurang lebar, yah bisa dimundurin cuma kurang nyaman saja, sama seperti kursi belakang yang terlalu tegak jadi ngga bisa santai saat dipakai perjalanan jauh.

Setir adjustable seperti biasa, nilai plus buat saya adalah setirnya enak banget digenggam, salah satu setir standar terenak yang pernah saya rasakan, mantep gitu dipegangnya, Mungkin padanan yang pas untuk setir Baleno ini adalah bawaan BMW E36 yang lebar dan mantap.

Fiturnya lumayan lengkap, sudah ada power mirror + power window + AC + heater, yang terakhir belum saya coba karena pas unit dipakai Malang dalam keadaan panas, percuma dong panas" pake heater. Tambah mateng yang ada, sementara ACnya just so so. Ya dingin tapi ngga menggigil, saya rasa harus ada beberapa pengecekan pada sistem AC agar lebih sempurna.

Seingat saya Baleno sudah mengadopsi teknologi ABS (Anti lock braking system) sehingga lebih pede saat digunakan di jalanan basah atau licin.

Peredaman kabin 6/10, tidak sekedap Honda Genio namun masih lebih baik daripada sedan sekelasnya, suspensinya empuk namun limbung di kecepatan tinggi, main drawbacks dari suspensi empuk sih cuma kalau dipakai jalan perkotaan enak. Nyaman lah.

Unit ini masih menggunakan tape casette bawaan, akhirnya jarang dipakai sehingga kurang bisa mengerti kualitas suaranya, namun audio masih standar.

Sekarang pindah ke mesin. Baleno ini masih menggunakan mesin berteknologi injeksi G16B 4 silinder SOHC 16 valve bertenaga 99HP di 6000RPM dan torsi 127Nm sebelum akhirnya digantikan oleh mesin 1.5L di tahun 1999.

Akselerasi begitu saja, ya tidak terlalu kencang atau ekstrim cuma irit, pemakaian dalam kota dengan AC posisi "eco" mencatatkan konsumsi BBM 11-13km per liter Pertalite (rasio kompresi 9.5:1 sehingga aman pakai Pertalite) sementara luar kota 15-16km per liter.

Untuk maintenis alias maintenance lumayan murah, mungkin dulu karena Baleno termasuk mobil pasaran jadinya sukucadangnya lumayan murah jika dibandingkan dengan merek lain, setidaknya lebih murah daripada Honda lah. Sayangnya saya belum ganti apa apa di Baleno ini mengingat masa pakai yang sebentar (3-4 bulanan) jadi belum paham harga sukucadangnya, tapi saat tanya ke beberapa bengkel besar di Malang hampir semua mengamini bahwa sukucadang Baleno (relatif) murah

Pilihan transmisi hanya 5 speed M/T, versi A/T baru keluar di varian facelift dengan mesin 1.5L.

Untuk penampilan saya beri skor 7.5/10, lumayan manis dan elok dipandang, ukurannya yang tidak terlalu besar juga memudahkan penggunaan harian.

Mesin 7/10, Ya mesin economy, jangan harap performa lebih lah, cuma masih bisa diandalkan, irit lagi. Bengkel banyak yang bisa servis karena sistem injeksinya tidak rumit.

Harga 8/10, dengan dana 35-55 jutaan anda bisa mendapatkan sebuah sedan kompak yang bisa diandalkan untuk harian, seperti biasa sisakan 5-10 juta sebelum membeli untuk servis dan penggantian sukucadang.

Untuk sahabat yang ingin membeli mobil pertama dengan dana 50 jutaan Suzuki Baleno ini bisa menjadi pilihan bijak, dengan harga 40-45 jutaan dan sisanya untuk servis anda dapat sebuah sedan nyaman dan tahan banting dan relatif jarang "dijamet" atau modif alay.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Vios Limo dengan anggaran cekak, layak beli atau tidak?